Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

ACT DIY SALURKAN BANTUAN SEMBAKO KEPADA KORBAN BANJIR DI BANTUL

Gambar
Bantul – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menyalurkan bantuan kepada para korban bencana banjir di Kabupaten Bantul, Selasa (26/3). Bersama dengan puluhan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) DIY, sebanyak 67 paket sembako donasi dari Spilla Jewelry dan Paguyuban Sosmas UGM disalurkan kepada warga Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul – DIY. Koordinator distribusi, Leta menjelaskan “Desa Imogiri ini merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir minggu lalu, saat ini masih banyak warganya yang membutuhkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok” jelasnya. Dalam penyaluran sembako tersebut bantuan yang diberikan berupa beras, gula, minyak goreng, mie instan, detergen, serta makanan siap saji. Slamet (63) warga Desa Imogiri yang turut menerima bantuan sembako merasa senang karena dalam beberapa hari terakhir ia  tidak memiliki perbekalan untuk dimasak, “Saya senang sekarang bisa masak lagi, kemarin-k

Banjir Bandang di Bantul, Tim Rescue ACT DIY Diterjunkan Bantu Evakuasi

Gambar
Oleh: Nasrudin Bantul – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi di 21 titik pada sembilan kecamatan di wilayah Bantul. Arus Banjir yang menggenangi jalan-jalan dan pemukiman warga merupakan air luapan sungai. Akibatnya, sekitar 5000-an warga Kabupaten Bantul dievakuasi dari tempat tinggal mereka menuju posko-posko pengungsian. Tercatat 3 korban meninggal akibat banjir bandang tersebut, “dua diantaranya adalah ibu-ibu dan satu lagi masih anak-anak” ujar Haedar komandan DER – ACT DIY. Sampai dengan senin (18/3) siang, sudah dua gelombang tim Disaster Emergency Response (DER)- ACT DIY yang diterjunkan ke lokasi benjir di Kabupaten Bantul untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak banjir. Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto menegaskan, “Hingga tengah malam tadi tim Rescue ACT DIY sudah diterjunkan di beberapa titik di Bantul untuk menyusuri lokasi banji

Sumur Wakaf dan upaya Global Wakaf ACT DIY mengatasi krisis air di Gunungkidul

Gambar
Gunungkidul – Mengurai permasalahan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul memang memerlukan waktu yang cukup panjang, karena kekeringan dan krisis air bersih di wilayah ini terjadi hampir di setiap musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan Global Wakaf-ACT DIY untuk mengatasi masalah periodik ini adalah dengan membangun sumur wakaf. Sumur wakaf ini merupakan program wakaf yang di tujukan untuk mengatasi masalah krisis air bersih di wilayah-wilayah rawan air terutama di Gunungkidul. Sampai dengan saat ini sudah ada 18 titik sumur wakaf di area DIY untuk membantu mengatasi masalah kekeringan air bersih. Sumur bor yang dibangun di Dusun Plembutan Barat, Desa Plembutan, Kecamatan Playen ini dibangun diatas tanah wakaf masjid Baiturrahman dan diharapkan dapat membantu keperluan dan aktivitas masjid serta warga Dusun Plembutan Barat, selasa (5/3). “Ketika musim kemarau kesusahan memperoleh air bersih, sumur-sumur gali sudah mengering dan PDAM hanya mengalir sekali dalam sepekan, bahkan k

Bantuan Paket Pangan untuk warga kampung Pemulung

Gambar
Sleman – Sebanyak 15 box bantuan paket pangan disalurkan kepada warga kampung Pemulung di Desa Kledokan, Kecamatan Babarsari – Sleman pada minggu sore (3/3). Bantuan paket pangan ini berasal dari Spilla Jewelry yang disalurkan melalui ACT DIY untuk meringankan kebutuhan pokok warga kampung Pemulung. Paket pangan yang berisi beras, minyak, gula, susu kental manis, biskuit, teh, detergen dan piring selanjutnya diberikan untuk warga secara merata. Pada penyaluran bantuan tersebut juga melibatkan Relawan dari Komunitas Pelajar Peduli (KPP) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Totok salah satu warga setempat menyampaikan “ada sektiar 15 keluarga yang berprofesi sebagai pemulung di Desa Kledokan sini, profesi sahari-hari mencari rosokan atau botol bekas untuk dijual lagi ke pengepul, ya sehari ada yang dapat 30 ribu kadang 50 ribu” ujarnya. Di Kampung Pemulung ini dihuni sekitar 50 orang yang berprofesi sebagai pemulung, dan kebanyakan rumah yang mereka huni tidak layak karena hanya bera