Postingan

Akademi Relawan Indonesia Gelar Kuliah Visi Kerelawanan, begini keseruannya

Gambar
Sleman – Akademi Relawan Indonesia (ARI) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar kuliah visi kerelawanan bersama Ketua Dewan Pembina MRI, Ahyudin di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman pada Ahad (20/10/2019).   Acara ini dihadiri oleh MRI-ACT se-DIY dan Jawa Tengah dengan peserta 80an orang, Andri Perdana selaku Kepala Akademi Relawan Indonesia menyampaikan, sejak tahun 2018, Akademi Relawan Indonesia yang terletak di Pakem, Sleman terus menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pendidikan (diklat) kerelawanan, baik untuk internal relawan yang tergabung dalam organiasasi MRI maupun untuk masyarakat umum.   “Setidaknya, ada 130 pelatihan yang terdiri dari berbagai bentuk program diklat dengan 4.716 penerima manfaat program diklat. Baik program diklat berupa dasar kerelawanan hingga keterampilan klaster kerelawanan seperti klaster relawan medis, pengelolaan bencana, relawan pendidikan, relawan media jurnalistik, relawan

Din Syamsuddin Sampaikan Urgensi Pengentasan Kemiskinan dan Optimis pada Gerakan Nasional #Indonesia Dermawan

Gambar
JAKARTA – Hingga Maret 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan publikasi bahwa lebih dari 25 juta jiwa di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sikap kedermawanan dari berbagai pihak menjadi solusi permasalahan kemanusiaan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Berbagai dampak akan timbul jika kemiskinan ini terus membelenggu. Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya peran satu pihak saja, namun juga seluruh elemen bangsa. Berbagai solusi perlu segera digulirkan, demi secepatnya mengentaskan kemiskinan. Sementara itu, terdapat delapan provinsi yang mengalami kenaikan tingkat kemiskinan. Delapan provinsi itu meliputi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Tenggara, Maluku Utara, serta Papua. Tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan, lembaga-lembaga filantropi juga perlu menyediakan sebuah sistem agar permasalahan ini juga segera dapat diatasi. “Jelas, kemiskinan memerlukan kepedulian sosial, solidaritas sosia

Tidak ada sumur, Kecamatan Rongkop alami Kesulitan Air Sejak Maret

Gambar
Gunungkidul – Kecamatan Rongkop termasuk wilayah paling timur Kabupaten Gunungkidul yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Jika pernah melintas terutama saat musim kemarau, sejauh mata memandang maka akan disuguhi pemandangan berupa perbukitan dan bebatuan yang memenuhi areal persawahan serta pepohonan jati yang daunnya sudah mengering. Barangkali kondisi geografis yang kurang menguntungkan inilah yang membuat angka kepadatan penduduk di Kecamatan Rongkop relatif kecil atau sebesar 29.898 per tahun 2018 dengan luas wilayah 83,46 km persegi. Saat musim kemarau, masyarakat Rongkop yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani harus terpaksa menganggur karena ladang yang dimiliki tidak lagi ada air mengalir, bahkan di musim hujan sekalipun kadang dalam setahun hanya panen satu kali. “Kalau sudah seperti ini tinggal singkong sama pohon jati yang bertahan, sebagian warga juga sudah merantau ke kota Jogja atau ke Solo jadi buruh bangunan,” ujar Esdianto warga Desa M

Gandeng Pemkot, ACT DIY kirim 17 Truk Tangki Air Bersih ke Gunungkidul

Gambar
Yogyakarta – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY kembali memberangkatkan belasan truk tangki untuk membantu mengatasi dampak kekeringan yang melanda D.I Yogyakarta, Kamis (22/8). Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto mengungkapkan, ini merupakan truk tangki yang kesekian kali ACT DIY terjunkan untuk membantu mengatasi masalah air bersih di DIY terutama wilayah Gunungkidul. “Sampai dengan hari ini, ACT DIY sudah ada 500 truk tangki yang kita kirimkan untuk mendroping kekeringan di Gunungkidul. Ada beberapa wilayah yang terdampak kekeringan disana,” kata Bagus disela pelepasan 17 truk tangki air untuk di distribusikan ke wilayah kekeringan, di Balai Kota Yogyakarta. Menurut Bagus, kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, juga menyampaikan bahwa dampak kekeringan di wilayah DIY memang lebih parah dibanding tahun lalu. Musim kemarau sendiri diperkirakan sampai dengan bulan Oktober mendatang. “Penyaluran droping air bersih ini rencananya sampai dengan bulan Oktobe

Respon Aksi Cepat Tanggap DIY Atasi Kekeringan

Gambar
Yogyakarta (21/8) – Sebagian besar wilayah Indonesia kini sedang memasuki musim kemarau yang berdampak kekeringan. Berdasarkan prakiraan dari BMKG, sebanyak 64,94 persen wilayah Indonesia sedang mengalami curah hujan kategori rendah. Akibatnya hampir 3,5 juta jiwa menjadi terdampak bencana kekeringan di 55 kabupaten dan kota di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Kepala Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas menyampaikan bahwa pada bulan Agustus 2019 ini, semua wilayah D.I. Yogyakarta telah memasuki musim kemarau. Awal musim kemarau di D.I Yogyakarta berlangsung sejak akhir April sampai pertengahan Mei 2019, bahkan pada bulan Agustus ini semua wilayah Dl. Yogyakarta diprediksikan mengalami puncak musim kemarau. BMKG sudah memprediksi periode kemarau tahun 2019 ini (Mei – Oktober) akan lebih kering dibanding tahun 2018. Sehingga, perlu kewaspadaan dan antisipasi lebih dini dari Pemerintah maupun masyarakat. “Berdasarkan pantauan BMKG DIY hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah DIY sudah me

Tasyakuran Kurban, ACT DIY Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban

Gambar
BANTUL – Hari kedua taysrik Aksi Cepat Tanggap terus melakukan pemotongan hewan kurban. Selasa (13/8), giliran warga di sekitar Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar-Raihan, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul yang menikmati daging kurban. Sebanyak 90 kambing disembelih di desa pedalaman Bantul itu. Kepala Cabang ACT DI. Yogyakarta Bagus Suryanto mengatakan, pemotongan yang dipusatkan di SMPIT Ar Raihan ini akan dibagikan kepada ribuan warga di sekitar sekolah. Selain warga, beberapa yayasan serta pesantren juga mendapatkan distribusi hewan kurban. “Pesebaran hewan kurban ini cukup luas, menjangkau banyak masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya. Di sekitar SMPIT Ar Raihan, masih banyak dihuni masyarakat prasejahtera. Mereka mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Warga ini yang menjadi penerima daging kurban dari Global Qurban. Slamet, kepala Yayasan Ar Raihan mengatakan, pemotongan hewan kurban bersama ACT di sekolahnya itu bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, dalam tiga tahun berturut-tur

ACT dan Bank Indonesia Semarakkan Qurban Hari Pertama di Kulon Progo

Gambar
Kulon Progo – Idul Adha disambut meriah oleh seluruh lapisan masyarakat di Yogyakarta. Hampir di setiap masjid semarak dengan penyembelihan hewan qurban. Namun ternyata masih ada lokasi-lokasi yang tidak ada penyembelihan hewan qurban. Kulon Progo yang saat ini menjadi kabupaten termiskin di Yogyakarta menjadi fokus perhatian Global Qurban – ACT pada hari pertama Idul Adha 1440 H. Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap DIY, Bagus Suryanto menyampaikan bahwa pada hari pertama Idul Adha tahun ini ACT menyembelih 200 ekor kambing yang disebar ke seluruh pelosok Kulon Progo dari total 700an hewan kurban yang akan dibagikan di wilayah DIY. “Alhamdulillah hari ini (11/8) kami menyembelih 200 ekor kambing serta ditambah bantuan dari kepala Bank Indonesia Yogyakarta yaitu 1 ekor sapi dan 11 ekor kambing dari Deputi dan Karyawan BI. Ada tiga lokasi penyembelihan yaitu di Kecamatan Panjatan, Kalibawang, dan Samigaluh. Sedangkan distribusi mencapai hampir seluruh pelosok wilayah Kulon Progo,” jelas Ba